Contoh Laporan Penelitian Biologi



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Latar belakang berisi dasar teori ringkas yang berisi penjelasan ringkas mengenai konsep yang berhubungan dengan tema praktikum, atau penjelangan mengapa kamu melakukan praktikum tersebut.

1.2 Tujuan
Tujuan berisi konsep yang ingin diketahui atau hasil yang diharapkan dalam praktikum. Tujuan penelitian harus didasarkan pada hipotesis yang didapat dari studi literatur atau paper.


BAB II
METODE PRAKTIKUM


2.1 Waktu dan Tempat
Berisi waktu dan tempat praktikum

2.2 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum, misalnya beaker glass, corong kaca, tabung reaksi, cawan petri, lampu spiritus/kompor, dan seterusnya.

2.3 Tata cara kerja
Tata cara kerja berisi tentang uraian tata cara kerja, alat dan bahan, waktu pelaksanaan praktikum, tim/kelompok praktikum dsb.


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Data Hasil Pengamatan
Data hasil pengamatan berisi catatan hasil praktikum, berupa data numerik (angka) atau pengamatan terhadap suatu peristiwa.

3.2 Penjelasan
Penjelasan berisi uraian hasil praktikum. Adalah hal yang biasa bagi praktikum mahasiswa, jika hasil tidak sesuai dengan teori. Ini adalah tugas mahasiswa untuk mengetahui ada faktor apa yang menyebabkan hal tersebut. Bisa jadi karena human error ketika praktikum (misal tidak presisi dalam menakar) atau justru hipotesis yang salah karena kurang tepat dalam memahami teori.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan berisi perbandingan hasil praktikum dengan hipotesis, apakah berkesesuaian atau tidak. Jumlah kesimpulan harus sesuai dengan jumlah tujuan praktikum. 


DAFTAR PUSTAKA

Berisi daftar literatur yang digunakan sebagai acuan dasar teori.

Tata Tertib Praktikum di Laboratorium Kimia



Sebagai mahasiswa yang mempelajari tata cara praktikum kimia, harus mengikuti prosedur agar membiasakan diri untuk penelitian yang sesungguhnya baik untuk kebutuhan akademis maupun profesional.




Berikut adalah contoh panduan praktikum kimia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia.




1. Awali dan akhiri praktikum dengan membaca do’a.
2. Praktikan harus mengikuti semua rangkaian kegiatan praktikum.
Pelanggaran terhadap hal ini akan mengakibatkan diberikannya nilai E (gagal praktikum).
3. Setiap kegiatan praktikum diawali dengan kegiatan asistensi yang dipimpin oleh asisten. Praktikan yang tidak mengikuti kegiatan asistensi akan diberi sanksi oleh dosen pengampu praktikum masing-masing.
4. Praktikan harus mentaati jadwal praktikum yang telah disusun oleh dosen pengampu praktikum.
5. Praktikan harus menjaga kesehatan dan stamina sebelum praktikum dimulai
6. Praktikan wajib hadir 10 menit sebelum praktikum dimulai.
7. Sebelum praktikum dimulai, mahasiwa tidak diperkenankan memasuki laboratorium.
8. Selama kegiatan praktikum:
- Praktikan wajib membawa buku penuntun praktikum dan penunjang
praktikum seperti tisu, kain lap, dan sebagainya.
- Praktikan wajib mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku:
Mahasiswa: Mengenakan baju (bukan kaos) dan celana yang
sopan, serta tidak menggunakan asesoris dan perhiasan.
Mahasiswi: Mengenakan baju lengan panjang dan rok, semua
pakaian tidak ketat dan tidak transparan serta mengenakan
kerudung yang menutup rambut dan dada.
- Praktikan wajib mengenakan jas laboratorium.
- Praktikan dan asisten wajib mengenakan sepatu tertutup (bukan sepatu berhak tinggi) dan berkaos kaki.
- Praktikan harus berlaku sopan, tidak bercanda, tidak bersendau gurau dan sejenisnya.
- Praktikan dan asisten wajib memahami tentang keselamatan kerja
(safety) laboratorium.
- Praktikan dan asisten dilarang makan dan/atau minum di laboratorium.
- Praktikan dan asisten dilarang mengaktifkan alat komunikasi selama praktikum.
- Praktikan dan asisten dilarang mengenakan perhiasan berlebihan dan menggunakan lensa kontak.
- Dilarang melakukan hal-hal yang mengganggu jalannya praktikum. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan berakibat praktikan dikeluarkan dari laboratorium dan dianggap tidak hadir.
9. Praktikan yang merusak alat atau bahan kimia, baik dilakukan sengaja atau tidak sengaja, maka kelompok praktikum yang bersangkutan wajib mengganti alat atau bahan kimia tersebut dengan jenis dan kualitas yang sama.
10. Setiap alat dan bahan utama praktikum sudah disiapkan oleh laboran, apabila ingin menggunakan alat dan bahan tambahan harus
sepengetahuan laboran dan mencatatkan peminjaman pada buku bon alat dan bahan.
11. Setiap praktikam harus menjaga kebersihan laboratorium dan
mengembalikan alat dan bahan yang telah digunakan ke tempat semula dalam kondisi yang seharusnya.
12. Praktikan yang tidak mengikuti praktikum selama 3(tiga) kali tanpa alasan yang dibenarkan tidak boleh mengikuti praktikum selanjutnya dan dianggap mengundurkan diri dari praktikum.
13. Praktikan dan asisten wajib menguasai materi praktikum yang akan dilakukan.
14. Penilaian akhir praktikum menggunakan skala angka 0-100 yang meliputi
aspek:
- Pretest (20 %)
- Pelaksanaan praktikum (30 %)
- Laporan resmi (30 %)
- Responsi (20 %)
15. Bentuk, susunan dan kekhususan pada setiap aspek penilaian dan penentuan nilai akhir menjadi wewenang dosen pengampu praktikum. Praktikan wajib menyerahkan laporan resmi praktikum sebelumnya apabila akan mengikuti praktikum berikutnya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini mengakibatkan praktikan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan praktikum pada jadual tersebut.
17. Praktikan yang karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti praktikum sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dapat mengajukan praktikum inhall. Biaya inhall ditentukan oleh laboratorium.
18. Praktikum inhall yang diperbolehkan untuk seorang praktikan maksimal 3(tiga) kali.
19. Praktikan yang belum menyelesaikan tanggungan laboratorium seperti alat, bahan atau tugas (jika ada) sampai batas waktu tertentu akan diberi nilai K atau F.
20. Hal-hal yang belum ditentukan dalam tata tertib ini akan diputuskan kemudian.

Cara Membersihkan Alat Gelas Laboratorium



Cara Membersihkan Alat Gelas Laboratorium


Setelah menggunakan alat kaca/gelas laboratorium (laboratory glassware), harus selalu dibersihkan agar tidak meninggalkan residu bahan kimia.



Material alat laboratorium adalah paling umum adalah borosilikat. Hal ini karena borosilikat memiliki ketahanan yang sangat kuat dari berbagai asam.



Larutan Basa kuat akan mempengaruhi gelas, inilah sebabnya kenapa detergen yang dilarutkan tidak boleh melebihi dari 2%.



Menghindari reaksi terhadap deterjen dalam jangka waktu panjang dan menghindari pengeringan yang sama pada alat gelas harus dibersihkan secepatnya untuk mencegah pengerasan residu.



Membersihkan alat gelas laboratorium dapat dilakukan dengan membersihkan dengan mesin pencuci atau secara manual, untuk lebih jelasnya simak ulasan dibawah ini.



Untuk menggunakan mesin pencuci, harus menggunakan sesuai prosedur yang diterangkan di buku petunjuk mesin tersebut.



Untuk pencucian secara manual, menggunakan busa atau sikat, dan pencucian menggunakan sabun cuci untuk bahan-bahan kimia yang umum, dan normalnya untuk kebutuhan praktik kimia di sekolahan sudah cukup.



(sumber: www.chem-is-try.org/author/suparnisr/)

Ini Video Untuk Menangani Tumpahan Bahan Kimia Raksa



Mercury atau raksa (Hg) adalah salah satu elemen kimia yang memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah pada termometer raksa.



Jika cairan raksa ini tumpah ke lantai, penanganannya tidak sembarangan. Ada prosedur khusus unuk menangani setiap tumpahan bahan kimia, termasuk tumpahan raksa.


Silakan simak video di atas cara menangani kecelakaan tumpahan raksa.


Bagaimana Menerapkan K3 di Laboratorium


Ady Lab adalah distributor alat-alat laboratorium, khususnya alat ukur digital untuk pengukuran parameter kualitas air dalam proses water treatment.

Bekerja di laboratorium haruslah mematuhi aturan dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja), karena bekerja dengan bahan-bahan kimia bisa berbahaya.


Berikut adalah tips dari Ady Water untuk menerapkan K3 tersebut:


  • Jangan memegang bahan kimia padat tanpa alas secara langsung. Lebih baik menggunakan spatula.
  • Pengambilan dan penggunaan bahan kimia harus sesuai kebutuhan saja.
  • Untuk memindahkan bahan kimia dari satu wadah ke wadah lainnya harus dengan hati-hati.
  • Gunakan google setiap saat selama bekerja di laboratorium.
  • Jangan mencium secara langsung bahan kimia yang akan digunakan.
  • Jangan mengembalikan zat sisa hasil kegiatan ke dalam botol stok.