FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OKSIGEN TERLARUT (DO) DALAM AIR


Oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernasapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan. Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung dari beberapa faktor, antara lain kekeruhan air, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut.

Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, disebabkan adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik.

Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Peranan oksigen adalah untuk mengkoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang pada akhirnya memberikan kesuburan perairan. Oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa-senyawa kimia menjadi lebih sederhan dalam bentuk nutrien dan gas. Karena proses oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami yang ditujukan untuk menurunkan air buangan industri dan rumah tangga.

Kelarutan oksigen dalam air dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah suhu, kadar garam (salinitas), pergerakan air permukaan, luas daerah permukaan yang terbuka, tekanan atmosfir dan persentase oksigen di sekelilingnya. Berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air dapat disebabkan oleh naiknya temperatur dan salinitas, proses respirasi organisme perairan, dan proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme. Pernafasan yang meningkat, yang disebabkan meningkatnya jumlah karbon organik di dalam air, mengakibatkan berubahnya jalur dan sumber oksigen. Oksigen terlarut dalam air dapat diukur menggunakan DO meter dan secara konvensional dapat dianalisis dengan 2 metode, yaitu metode titrasi dengan Winkler dan metoda elektrokimia.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri Nur Adrianto)
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)
D37C4B8D (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256