CARA PENGUKURAN DO (DISSOLVED OXYGEN)



DO (DISSOLVED OXYGEN) adalah konsentrasi gas oksigen (O2) yang terlarut dalam air. Oksigen terlarut dapat berasal dari hasil fotosintesis oleh fitoplankton dan tanaman air lain serta difusi dari udara. Suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfir dapat mempengaruhi kadar oksigen terlarut pada perairan. Proses dekomposisi secara aerob memerlukan oksigen secara terus menerus, sedangkan dekomposisi anaerob tidak memerlukan oksigen. Kadar oksigen terlarut dapat berkurang menjadi nol (anaerob) akibat proses dekomposisi bahan organik dan oksidasi bahan anorganik.

Metode
Kadar oksigen terlarut dalam air dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dikenal dengan metode Winkler dan dengan menggunakan alat ukur elektronik yang disebut DO-meter.

Prinsip analisis
Prinsip analisis metode Winkler adalah pengikatan oksigen oleh pereduksi MnO4 menjadi Mn(OH)2 dan membebaskan I2. Jumlah I2 yang dibebaskan sama dengan O2 yang ada di perairan. Adapun metode DO meter prinsipnya adalah pembacaan secara digital dengan penghantaran mennggunakan elektroda yang dicelupkan ke dalam air sampel.

Prosedur kerja
Air sampel dimasukkan ke dalam botol BOD sebanyak 125 ml lalu diberi MnSO4 1 ml dan NaOH + KI 1 ml. Botol BOD ditutup dan aduk kemudian didiamkan sehingga terbentuk endapan cokelat. H2SO4 pekat sebanyak 1 ml ditambahkan ke dalam larutan hingga endapan cokelat berubah warna dari kuning tua menja larut menjadi warna kuning tua. Sebanyak 25 ml air dituangkan ke dalam erlenmeyer kemudian dititrasi dengan Na-Thiosulfat sampai berwarna kuning muda. Setelah itu ditambahkan 2-3 tetes indikator amilum hingga berubah warna menjadi biru, lalu dititrasi lagi dengan Na-Thiosulfat hingga berubah warna menjadi bening tidak berwarna. Berdasarkan hasil pengukuran, kisaran konsentrasi oksigen terlarut di kolam MSP adalah 6,16 – 6,92 mg/l. Menurut kadar oksigen terlarut dalam perairan alami bervariasi tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air dan tekanan atmosfer. Kadar oksigen berkurang dengan meningkatnya suhu, ketinggian (altitude) dan berkurangnya tekanan atmosfer kadar oksigen di terlarut di perairan tawar pada suhu 25oC berkisar 8 mg/l. Namun pada praktikum ini diperleh DO berada di bawah nilai tersebut. Hal ini dikarenakan pengukuran yang dilakukan di sore hari, dimana cahaya matahari yang membantu proses fotosintesis yang menjadi penyuplai utama oksigen di perairan juga minim. Akibatnya DO perairan ketika diukur lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pada umumnya. Suhu perairan harusnya disertakan dalam pengukuran, untuk dapat mengetahui tingkat saturasi kelarutan oksigen di perairan.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri Nur Adrianto)
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)
D37C4B8D (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »

FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OKSIGEN TERLARUT (DO) DALAM AIR


Oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernasapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan. Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung dari beberapa faktor, antara lain kekeruhan air, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut.

Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, disebabkan adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik.

Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Peranan oksigen adalah untuk mengkoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang pada akhirnya memberikan kesuburan perairan. Oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa-senyawa kimia menjadi lebih sederhan dalam bentuk nutrien dan gas. Karena proses oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami yang ditujukan untuk menurunkan air buangan industri dan rumah tangga.

Kelarutan oksigen dalam air dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah suhu, kadar garam (salinitas), pergerakan air permukaan, luas daerah permukaan yang terbuka, tekanan atmosfir dan persentase oksigen di sekelilingnya. Berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air dapat disebabkan oleh naiknya temperatur dan salinitas, proses respirasi organisme perairan, dan proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme. Pernafasan yang meningkat, yang disebabkan meningkatnya jumlah karbon organik di dalam air, mengakibatkan berubahnya jalur dan sumber oksigen. Oksigen terlarut dalam air dapat diukur menggunakan DO meter dan secara konvensional dapat dianalisis dengan 2 metode, yaitu metode titrasi dengan Winkler dan metoda elektrokimia.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri Nur Adrianto)
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)
D37C4B8D (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »

APLIKASI DO (DISSOLVED OXYGEN) METER PADA BERBAGAI BIDANG

Gambar 1. Penggunaan DO Meter Pada Tambak Ikan

DO (Dissolved Oxygen) Meter atau Oksigen Terlarut adalah jumlah oksigen terlarut di dalam air. Oksigen terlarut ini tidak dapat bereaksi dengan air, ia dapat larut ke dalam air melalui proses fotosintesis. Tumbuhan-tumbuhan air seperti alga, menghasilkan oksigen yang larut ke dalam air melalui fotosintesis. Selain itu, gelombang ombak, air terjun, pusaran angin, dan fenomena alam lain juga mendorong oksigen untuk larut ke dalam air.

Alat untuk mengukur kandungan oksigen di dalam air bernama DO meter. DO meter ini diaplikasikan pada banyak kebutuhan baik di dunia industri maupun umum. Berikut beberapa aplikasi DO meter pada berbagai bidang:

  Industri Minuman Ringan
Berbagai jenis minuman kemasan botol membutuhkan kontrol DO yang baik. Hal ini berkaitan dengan kualitas serta keawetan minuman tersebut.

  Kontrol Lingkungan

DO meter juga diaplikasikan untuk mengontrol kualitas air pada lingkungan sekitar. Hal ini berkaitan dengan hubungan antara oksigen terlarut dengan makhluk hidup. Jumlah oksigen yang baik menjamin baiknya kualitas sebuah ekosistem air. 

  Tambak Ikan

Industri tambak ikan memerlukan dua sistem DO, pertama adalah sistem monitoring jumlah oksigen terlarut dan yang kedua adalah sistem yang menjaga agar jumlah oksigen terlarut stabil pada jumlah tertentu. DO meter pada tambak ikan biasanya dilengkapi dengan fasilitas alarm jumlah DO terlalu rendah dan terlalu tinggi. 


 Gambar 2. Penggunaan DO Meter Untuk Pembibitan Ikan

  Pengolahan Air

Pengukuran kandungan oksigen dalam air juga diperlukan pada sistem pengolahan air minum. 

  Pembibitan Ikan

Pada proses pembibitan ikan diperlukan beberapa wadah atau tangki yang harus dijaga kualitasnya. Biasanya pada sistem ini, injeksi oksigen dilakukan pada air yang sedang disirkulasikan di luar tangki untuk proses filtrasi.  

  Kandang Air Laut
DO meter juga digunakan pada ekosistem-ekosistem buatan yang menggunakan air laut sebagai habitatnya. Ekosistem tersebut sedikit terisolir dari air laut, sehingga jumlah oksigen terlarut di dalam “kandang” ini perlu untuk dimonitor. 

  Pengolahan Air Limbah

Limbah air industri apapun wajib melewati proses pengolahan sebelum dibuang kembali ke lingkungan sekitar. Tidak hanya proses filtrasi, namun juga pengembalian kandungan oksigen terlarut juga perlu untuk dilakukan. Injeksi oksigen ke dalam air limbah ini dibutuhkan oleh mikroorganisme baik yang membantu proses pengembalian fungsi air tersebut. Biasanya, pabrik pengolahan air limbah menjaga jumlah oksigen terlarut di angka 2 mg/liter. 

  Mengukur Biochemical Oxygen Demand (BOD)

BOD adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh bakteri aerob untuk memecah material organik di dalam air sampel pada jumlah tertentu, temperatur tertentu, serta dalam jangka waktu tertentu. Pengukuran BOD melibatkan dua kali pengukuran dissolved oxygen menggunakan DO meter. 

  Air Boiler
Contoh terakhir yang menjadi pembahasan kita kali ini adalah penggunaan DO meter untuk memonitor jumlah oksigen di dalam air boiler. Seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya, bahwa oksigen yang terlarut di dalam air boiler sangat berpotensi untuk menimbulkan korosi.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:

022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri Nur Adrianto)
0812 2445 1004 (Kartiko Chahyo Laksono)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)
D37C4B8D (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com


Kantor Pusat Bandung:

Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:

Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:

Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:

Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »

Jual pH Meter Tanah | CARA KERJA TDS METER


Pengukuran zat padat terlarut dapat dilakukan secara pecobaan pada laboratorium melalui penguapan air (pada volume tertentu) di dalam oven, kemudian mengukur beratnya sebelum dan sesudah pengeringan air, dinyatakan sebagai total zat padat terlarut (TDS) yang dinyatakan sebagai mg per liter atau part permillion (ppm).

Adapun cara lain untuk pengukuran zat padat terlarut dengan TDS meter. TDS meter adalah suatu alat teknologi yang digunakan untuk mengetahui jumlah zat terlarut (baik itu zat organik maupun anorganik) yang terdapat pada sebuah larutan.

Keterangan:
ØSignal processing adalah rangkaian yang berfungsi untuk memberikan sumber tenaga AC konstan pada probe agar pada larutan dapat terjadi aliran arus (sehingga dapat terukur konduktansi atau resistansinya).
ØMengkonversi nilai konduktansi menjadi tegangan.
ØSensor yang digunakan pada rangkaian ini adalah dua probe biasa dengan jarak 1 cm yang fungsinya untuk mendapatkan nilai konduktansi suatu larutan.
ØLarutan yang akan diukur kadar TDSnya.
ØMicro Controller digunakan untuk mengubah nilai tegangan (analog) yang dihasilkan Signa Prossecing menjadi nilai bit (Digital) dan mengkonversinya menjadi satuan TDS atau PPM.
ØLCD (Liquid Crystal Display) digunakan untuk menampilkan output Micro Controller sehingga dapat terbaca oleh user. (Sumber tegangan yang digunakan pada rangkaian ini adalah +12V dan -12V).

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri)
0821 2742 4060 (Ghani)
0821 2742 3050 (Rusmana)
0812 2165 4304 (Yanuar)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »