Jual pH Meter Tanah | CARA KERJA TDS METER


Pengukuran zat padat terlarut dapat dilakukan secara pecobaan pada laboratorium melalui penguapan air (pada volume tertentu) di dalam oven, kemudian mengukur beratnya sebelum dan sesudah pengeringan air, dinyatakan sebagai total zat padat terlarut (TDS) yang dinyatakan sebagai mg per liter atau part permillion (ppm).

Adapun cara lain untuk pengukuran zat padat terlarut dengan TDS meter. TDS meter adalah suatu alat teknologi yang digunakan untuk mengetahui jumlah zat terlarut (baik itu zat organik maupun anorganik) yang terdapat pada sebuah larutan.

Keterangan:
ØSignal processing adalah rangkaian yang berfungsi untuk memberikan sumber tenaga AC konstan pada probe agar pada larutan dapat terjadi aliran arus (sehingga dapat terukur konduktansi atau resistansinya).
ØMengkonversi nilai konduktansi menjadi tegangan.
ØSensor yang digunakan pada rangkaian ini adalah dua probe biasa dengan jarak 1 cm yang fungsinya untuk mendapatkan nilai konduktansi suatu larutan.
ØLarutan yang akan diukur kadar TDSnya.
ØMicro Controller digunakan untuk mengubah nilai tegangan (analog) yang dihasilkan Signa Prossecing menjadi nilai bit (Digital) dan mengkonversinya menjadi satuan TDS atau PPM.
ØLCD (Liquid Crystal Display) digunakan untuk menampilkan output Micro Controller sehingga dapat terbaca oleh user. (Sumber tegangan yang digunakan pada rangkaian ini adalah +12V dan -12V).

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri)
0821 2742 4060 (Ghani)
0821 2742 3050 (Rusmana)
0812 2165 4304 (Yanuar)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »

Jual pH Meter | JENIS PENGUKURAN CONDUCTIVITY (KONDUKTIVITI) METER


Sebuah sistem conductivity meter tersusun atas dua elektrode, yang dirangkaikan dengan sumber tegangan serta sebuah ampere meter. Elektrode-elektrode tersebut diatur sehingga memiliki jarak tertentu antara keduanya (biasanya 1 cm). Pada saat pengukuran, kedua elektrode ini dicelupkan ke dalam sampel larutan dan diberi tegangan dengan besar tertentu. Nilai arus listrik yang dibaca oleh ampere meter, digunakan lebih lanjut untuk menghitung nilai konduktivitas listrik larutan.

Konsentrasi ion di dalam larutan berbanding lurus dengan daya hantar listriknya. Semakin banyak ion mineral yang terlarut, maka akan semakin besar kemampuan larutan tersebut untuk menghantarkan listrik. Sifat kimia inilah yang digunakan sebagai prinsip kerja conductivity meter.

Arus ionik bergantung pada konsentrasi total ion-ion yang berada di dalam larutan dengan panjang dan luas area larutan melalui lajur alirnya. Sebagian arus ditetapkan sebagai bentuk geometri sensor atau kontanta sel yang mempunyai panjang/area 1/cm unit. Multipel konduktan adalah koreksi konstanta sel terhadap bentuk geometri sensor terhadap pengukuran. Hasilnya adalah konduktiviti yang bergantung terhadap konsentrasi ion-ion. Meskipun demikian, konstanta sel memilki interpretasi geometrinya (panjang/area), hal ini dikarenakan perhitungan pengukuran dimensinya jarang ditentukan.

Sebagian besar sensor konduktiviti kontak terdiri dari dua elektroda logam, yang biasanya berbahan stainless steel atau titanium yang akan dicelupkan ke dalam larutan elektrolit. Analyzer yang digunakan merupakan tegangan bolak-balik menuju elektroda. Medan elektrik yang berada disekitarnya menyebabkan ion-ion berpindah balik yang terus-menerus sehingga menghasilkan arus. Disebabkan pembawa muatan ion-ion, arus tersebut disebut dengan arus ionik. Pengukuran arus analyzer dan hukum ohm bertujuan untuk menentukan resistansi larutan (resitansi=tegangan/arus). Konduktansi larutan tersebut merupakan timbal balik dari resistansi.

Jenis pengukuran konduktiviti ada dua macam, yaitu konduktiviti kontak (contacting conductivity) dan konduktiviti induktif (inductive conductivity). Pemilihan pengukuran bergantung pada jumlah konduktiviti, cairan perusak (korosi) dan jumlah padatan yang tersuspensi. Secara umum, metode induktif lebih baik digunakan ketika kodisi konduktivitas tinggi, cairan korosif atau adanya padatan yang tersuspensi.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri)
0821 2742 4060 (Ghani)
0821 2742 3050 (Rusmana)
0812 2165 4304 (Yanuar)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »

Jual pH Meter Murah | JENIS KONDUKTANSI ALIRAN LISTRIK


Konduksi adalah tipe normal dari aliran arus listrik dalam batuan. Hal ini terjadi jika batuan tersebut mempunyai banyak elektron bebas. Akibatnya arus listrik mudah mengalir pada batuan ini. Sebagai contoh, batuan yang banyak mengandung logam. Dalam konduksi elektronik, aliran arus melalui elektron seperti dalam metal. Konduksi elektronik sangat penting karena terdapat mineral konduktif, seperti metal sulfida dan grafit dalam survey mineral.

Konduktivitas bahan ini umumnya bergantung pada besar, struktur, fluida pengisi pori, distribusi pori, serta konduktivitas antar pori batuan, kecuali pada batuan yang bersifat konduktif seperti lempung. Besaran yang memiliki satuan ini merupakan besaran skalar dan kebalikan dari resistivitas listrik bahan. Konduktivitas batuan bervariasi bergantung pada volume, susunan pori dan kandungan air di dalamnya serta pada isotropi batuan sendiri. Dalam hal ini, batuan isotropi adalah batuan yang dapat mengalirkan arus listrik ke segala arah dan sama besarnya.

Konduktivitas adalah suatu sifat atau karakterisasi aliran listrik dari bahan suatu batuan. Pada bagian batuan, atom-atom terikat secara ionik atau kovalen. Karena adanya ikatan ini maka batuan mempunyai sifat menghantarkan arus listrik. Aliran arus listrik di dalam batuan dapat digolongkan beberapa macam yaitu:

Konduksi dielektrik
Konduksi ini terjadi jika batuan bersifat dielektrik terhadap aliran arus listrik yaitu terjadi polarisasi saat bahan dialiri arus atau batuan tersebut mempunyai elektron bebas sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Tetapi karena adanya pengaruh medan listrik dari luar maka elektron-elektron dalam batuan dipaksa berpindah dan berkumpul terpisah dari intinya sehingga terjadi polarisasi. Konduktivitas listrik batuan merupakan kuantitas fisik yang menggambarkan kemampuan bahan mengakibatkan arus listrik. 

Konduksi elektrolitik
Konduksi jenis ini banyak terjadi pada batuan yang bersifat poros dan pori-pori tersebut berisi oleh cairan-cairan elektrolitik. Dalam hal ini arus listrik mengalir akibat dibawa oleh ion-ion larutan elektrolitik. Konduksi dengan cara ini lebih lambat dari pada konduksi elektronik. Pada konduksi elektrolitik, arus mengalir melalui perpindahan ion dalam tanah.

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri)
0821 2742 4060 (Ghani)
0821 2742 3050 (Rusmana)
0812 2165 4304 (Yanuar)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »

Jual pH Meter Digital | PENGUKURAN PARAMETER CONDUCTIVITY METER


Polarisasi disebabkan oleh akumulasi sepesis ion-ion yang berada di sekitar permukaan elektroda dan reaksi kimia. Resistansi polarisasi pada permukaan elektroda ini merupakan komponen parasite terhadap resistansi larutan. Kontaminasi pengukuran juga disebabkan oleh kondisi permukaan elektroda terjadi kesalahan polarisasi yang ditandai dengan pembacaan conductivity (konduktiviti) lebih rendah dari biasanya. Efek tersebut dapat dicegah menggunakan dengan empat sel conductivity (konduktiviti). Faktor interferensi lainnya diakibatkan oleh gangguan teknis dan fisika pada komponen alat ukur conductivity (konduktiviti) meter.

Nama lain dari elektroda adalah conductivity cell (sel konduktiviti). Sel conductivity (konduktiviti) merupakan beberapa kutub dan diplatinasi tanpa ada intervensi pengukuran. Rentang pengukuran yang luas akan memberikan nilai conductivity (konduktiviti) dalam kondisi linear untuk mendapatkan peningkatan nilai kutub yang lebih tinggi. Pengukutuban platinasi dapat mempengaruhi peningkatan jangka pengukuran secara linear. Nilai conductivity (konduktiviti) pada temperatur normal (25oC) dari berbagai jenis air akan berbeda. Di bawah ini ada beberapa parameter air dengan nilai conductivity (konduktiviti) yang berbeda, antara lain:
  • Pure water                   : 0.055 µS/cm
  • Deionized water          : 1 µS/cm
  • Rainwater                    : 50 µS/cm
  • Drinking water            : 500 µS/cm
  • Industrial wastewater  : 5 mS/cm
  • Seawater                     : 50 mS/cm
  • 1 mol/L NaCl              : 85 mS/cm
  • 1 mol/L HCl                : 332 mS/cm
Akurasi pengukuran conductivity (konduktiviti) meter dapat mengalami interferensi atau gangguan pada pengukuran. Hal tersebut menyebabkan akurasi pengukuran kurang baik. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan gangguan pengukuran conductivity (konduktiviti), yaitu:
  • Polarisasi
  • Kontaminasi
  • Efek geometri
  • Terjadinya resistansi kabel
  • Adanya kapasitansi kabel
  • Perubahan frekuensi, dan
  • Kondisi temperatur yang labil
Setiap pengukuran conductivity (konduktiviti) air dalam berbagai aplikasi mempunyai rentang pengukuran yang berbeda. Alat ukur conductivity (konduktiviti) meter umumnya dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasinya.

Suhu dan rentang pengukuran merupakan spesifikasi mutlak. Secara teknis alat ukur penyusun komponen utamanya adalah sensor elektroda yang terdiri dari katoda dan anoda. Jenis kedua elektroda ini disimpan dalam larutan elektrolit kuat, contohnya adalah larutan asam klorida (HCl).

Untuk informasi dan pemesanan hubungi:
022 723 8019
022 6372 4915
0856 2476 9005
0821 4000 2080 (Fajri)
0821 2742 4060 (Ghani)
0821 2742 3050 (Rusmana)
0812 2165 4304 (Yanuar)
0857 2352 9677 (WA)
0818 0906 4845 (WA)
0813 2259 9149 (WA)
7C232720 (BBM)

e-mail: adywater@gmail.com

Kantor Pusat Bandung:
Jalan Mande Raya No. 26, RT/RW 01/02 Cikadut-Cicaheum, Bandung 40194

Kantor Cabang Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT/RW 01/08, Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat 11480

Kantor Cabang Bekasi:
Jalan Bintara Jaya Raya No. 3, Bekasi Barat 17136

Kantor Cabang Surabaya:
Jalan Jend. S. Parman Gg. IVA No.8, Waru, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
Learn more »